Y L K A
Media & Materi / MUSIK : Cerita Cipta dan Cinta

MUSIK : Cerita Cipta dan Cinta

Berapa banyak pembaca ini yang menyukai musik? Mungkin Anda salah satunya. Beberapa orang menjadikan musik sebagai hobi, hiburan, pujian penyembahan kepada Tuhan, mata pencaharian dan hal-hal lain. Riset dari International Federation of the Phonographic Industry (IFPI) tahun 2022, menunjukkan bahwa rata-rata orang Indonesia menggunakan 27,2 jam dalam sepekan untuk menikmati musik. Tentu hal ini mengindikasikan bahwa musik adalah salah satu talenta dan platform yang sangat relevan untuk melayani Tuhan dan sesama.

 

Saya teringat pada tahun 2022, saat itu bersama beberapa pegiat anak, kami membuat album lagu Rohani Anak yang difasilitasi Yayasan Lentera Kasih Agape (YLKA). Salah satu lagu yang diciptakan berjudul "Aku dan Kamu Anak Hebat". Lirik dalam lagu tersebut dibuat untuk mengingatkan kita, bahwa Tuhan menciptakan manusia untuk tujuan yang sangat baik. Anak-anak juga dimotivasi untuk menjadi berkat bagi dunia. Dalam membuat lagu ini kami memberdayakan banyak orang untuk terlibat secara partisipatif. Bahkan beberapa di antaranya tidak memiliki musikalitas yang tinggi. Contohnya, ibu-ibu di pinggir rel menyiapkan makanan dan minuman bagi tim. Mereka berkontribusi dari apa yang mereka miliki! 

 

Lagu ini melibatkan beberapa anak-anak yang tinggal di Pinggir Rel Medan sebagai penyanyi dan pemain alat musik dari barang bekas. Saat itu kami sepakat bahwa bekas adalah akronim dari belas kasih, sebagai pengingat bahwa manusia sudah hidup dalam dosa sehingga hubungan dengan Allah menjadi rusak. Namun karena AnugerahNya, belas kasih Allah, kita dilayakkan menjadi anakNya, kita menjadi berharga.

 

Saat tim melakukan persiapan pengambulan video, salah satu staf lapangan dipanggil oleh seorang Ibu yang sudah tua. Ibu itu berkata, "Tolong doakan saya sudah tua dan tidak berharga". Dalam kesempatan berbicara dan berdoa bersama, ibu ini mendengar tentang Yesus dan AnugerahNya. Dia menerima dan berkomitmen untuk menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

 

Satu hari setelah pertemuan dengan ibu tersebut, tim kembali ke pinggir rel untuk mengambil video. Saat itu, time mendapat kabar bahwa ibu tersebut sudah meninggal dunia. Dalam perenungan saya, ternyata barang bekas adalah Talenta yang Tuhan berikan sehingga ibu tersebut dapat mengenal Allah yang penuh belas kasih. Seperti Marthin Luther yang memandang bahwa musik adalah sebuah "Gabe" atau pemberian. Ibu tersebut telah menerima yang amat baik!

Artikel lainnya

jobhub

Rumah Baca Hambila Humba

Akhirnya setelah melalui proses yang panjang, rumah baca Hambila Humba pun bisa pakai oleh ana...

jobhub

Bukan Sekedar Penulis Cilik

Adakah di antara anda yang pernah bercita-cita menjadi penulis? Atau apakah anak anda bercita-...

jobhub

Taman Baca Hambila

Taman baca hambila untuke kemuliaan Tuhan.

Menolong anak-anak untuk membacadd...